Pengembangan wawasan dan keterampilan empati para calon bidan memerlukan interaksi langsung dengan kondisi kehidupan dan kesehatan masyarakat di wilayah perdesaan. Guna mengaplikasikan konsep asuhan kesehatan ibu dan anak di tingkat perdesaan, agenda praktikum lapangan kebidanan komunitas diselenggarakan secara penuh di desa percontohan pegunungan. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa tingkat akhir yang tinggal bersama warga setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu hamil, nifas, dan bayi secara mandiri. Melalui bimbingan dosen spesialis, para mahasiswa diajarkan cara mengidentifikasi risiko kehamilan sejak dini serta memberikan penanganan awal yang aman di perdesaan.
Sejak hari pertama kedatangan, para mahasiswa langsung mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pendataan status kehamilan dan pemantauan kelengkapan imunisasi bayi harian. Mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah ibu hamil, pengukuran tinggi fundus uteri, serta mendengarkan detak jantung janin menggunakan Doppler portable secara cermat. Pelaksanaan praktikum lapangan pelayanan ibu dan anak ini memberikan pengalaman klinis yang nyata bagi para siswa dalam mengelola kasus kebidanan di daerah dengan sarana terbatas. Ibu-ibu hamil di desa merasa senang karena mendapatkan perhatian kesehatan yang intensif dan ramah dari para calon bidan tersebut.
Selain pelayanan medis individu, mahasiswa juga menyelenggarakan kelas ibu hamil secara rutin setiap minggu di balai desa untuk memberikan edukasi seputar tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan. Para peserta diajarkan olahraga senam hamil ringan, teknik bernapas saat mulas persalinan, serta pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi baru lahir. Pelaksanaan praktikum lapangan kebidanan ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan para calon ibu dalam menghadapi proses persalinan yang lancar dan selamat. Diskusi hangat di kelas ibu hamil menjadi sarana bertukar cerita dan mengikis rasa cemas bagi para ibu muda perdesaan.
Kemitraan yang harmonis juga dibangun oleh mahasiswa bersama para dukun bayi dan kader kesehatan desa setempat melalui kegiatan silaturahmi kebudayaan dan penyamaan persepsi medis. Mahasiswa merangkul dukun bayi untuk bekerja sama merujuk ibu melahirkan ke bidan desa guna menjamin persalinan yang steril dan aman dari komplikasi pendarahan. Pendekatan persaudaraan yang santun ini terbukti efektif mengubah tradisi melahirkan berisiko menjadi persalinan aman berstandar medis di bawah penanganan bidan resmi. Keberhasilan diplomas ibudaya ini mendapat pujian dari pemerintah desa dan dinas kesehatan setempat.
Kegiatan pengabdian mahasiswa diakhiri dengan pameran program kebidanan desa dan penyerahan peta lokasi ibu hamil berisiko tinggi kepada bidan desa setempat. Pihak pimpinan perguruan tinggi menyampaikan rasa bangga atas pencapaian dan kedewasaan sikap yang ditunjukkan oleh para mahasiswa selama bertugas di lapangan. Kesuksesan pelaksanaan praktikum lapangan kebidanan komunitas ini dirasakan membawa manfaat yang sangat besar bagi peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Garut. Diharapkan kerja sama pengabdian ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang demi terwujudnya perdesaan yang sehat dan sejahtera.