Tim bidan puskesmas menyelenggarakan pelatihan teknik pijat oksitosin bagi para suami guna membantu melancarkan produksi Air Susu Ibu pada ibu yang baru melahirkan. Pemijatan dilakukan pada area sepanjang tulang belakang ibu bersalin dengan menggunakan ibu jari untuk merangsang pelepasan hormon pengeluar ASI. Petugas menjelaskan bahwa rasa rileks dan nyaman yang timbul dari pijatan suami terbukti efektif merangsang refleks pengeluaran air susu secara alami. Melalui teknik sederhana ini, keberhasilan pemberian ASI eksklusif dapat terwujud.
Para suami diajarkan gerakan memutar yang lembut namun mantap mulai dari leher hingga batas tulang belikat istri mereka dalam suasana tenang. Bidan mendampingi pasangan suami istri secara langsung agar teknik pemijatan dilakukan dengan benar dan tidak menimbulkan rasa sakit pada punggung ibu. Praktik pijat oksitosin secara rutin di rumah terbukti ampuh mengatasi masalah ASI tersumbat serta meredakan kelelahan fisik ibu pascamelahirkan harian. Dukungan suami dalam pemijatan ini membuat perasaan ibu menjadi bahagia dan tenang.
Selain mengajari gerakan stimulasi hormon, bidan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya asupan nutrisi seimbang dan konsumsi air putih yang cukup bagi ibu menyusui. Petugas menyarankan suami untuk selalu mendampingi istri dan menciptakan lingkungan rumah tangga yang bebas dari tekanan depresi atau kelelahan berlebih. Pelaksanaan pijat oksitosin harian terbukti meningkatkan volume aliran ASI serta mempererat rasa kasih sayang antara pasangan suami istri. Para ibu muda menjadi lebih percaya diri dalam memberikan ASI bagi buah hatinya.
Para pasangan suami istri merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan praktis pemijatan stimulasi hormon ASI yang diselenggarakan oleh puskesmas setempat. Suami merasa senang karena dapat berperan aktif dalam mendukung kelancaran proses menyusui buah hati tercinta secara langsung di rumah. Pengelola puskesmas akan terus membuka kelas edukasi menyusui ini bagi setiap pasangan yang sedang menantikan kelahiran anak mereka. Pelayanan kebidanan yang inovatif ini mendapat pujian luas dari warga.
Program edukasi pemijatan pelancar air susu ibu ini sukses meningkatkan persentase pemberian ASI eksklusif bagi bayi baru lahir di kawasan setempat. Dinas kesehatan berencana menyebarluaskan panduan teknik pemijatan ini melalui media video edukasi yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Ke depan, pelatihan bagi kader posyandu akan digelar agar mereka dapat mengajari warga di lingkungan RT masing-masing harian. Ibu bahagia, aliran ASI lancar, dan bayi tumbuh sehat sejahtera.