Nyeri dada yang memburuk saat menarik napas dalam-dalam, atau dikenal sebagai pleuritis atau perikarditis, dapat menandakan peradangan serius pada lapisan paru-paru atau jantung. Kondisi ini bisa menjadi gejala lupus yang penting dan memerlukan perhatian medis segera. Peradangan ini, meskipun tidak selalu disebabkan oleh lupus, menunjukkan adanya aktivitas autoimun yang menyerang organ vital, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan secara cepat.
Pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan tipis yang mengelilingi paru-paru dan melapisi dinding dada. Ketika pleura meradang, setiap tarikan napas dalam akan menyebabkan gesekan dan memicu nyeri dada tajam yang menusuk. Rasa sakit ini bisa sangat intens dan membatasi kemampuan bernapas normal, sehingga penderita akan merasa sangat tidak nyaman dan kesakitan saat bernapas.
Sementara itu, perikarditis adalah peradangan pada perikardium, kantung tipis yang mengelilingi jantung. Nyeri dada akibat perikarditis sering digambarkan sebagai rasa sakit tumpul atau seperti tertekan di bagian tengah dada. Rasa sakit ini bisa menjalar ke leher atau bahu, dan mungkin memburuk saat berbaring atau bernapas dalam-dalam, mengganggu aktivitas yang dilakukan oleh penderita.
Kedua kondisi ini, baik pleuritis maupun perikarditis, terjadi pada penderita lupus karena sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang jaringan sehat pada paru-paru atau jantung. Peradangan yang dihasilkan dapat menyebabkan akumulasi cairan di sekitar organ, memperparah nyeri dada dan sesak napas. Ini menunjukkan dampak sistemik lupus yang bisa mengenai berbagai organ penting di dalam tubuh.
Selain nyeri dada yang khas, penderita mungkin juga mengalami sesak napas, batuk kering, atau detak jantung yang tidak teratur. Gejala-gejala ini, terutama jika disertai kelelahan parah, ruam merah, demam ringan, atau pembengkakan sendi, harus menjadi alasan kuat untuk segera mencari pertolongan medis. Diagnosis dini sangat penting untuk mencegah kerusakan organ jangka panjang.
Jika seseorang mengalami nyeri dada yang memburuk saat bernapas dalam-dalam atau sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, terutama dengan riwayat gejala lupus lainnya, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mendengarkan suara jantung dan paru-paru, serta mungkin melakukan tes pencitraan seperti X-ray dada atau ekokardiogram untuk mengonfirmasi peradangan.
Penanganan nyeri dada pada lupus biasanya melibatkan obat-obatan untuk mengendalikan peradangan dan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh, seperti obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), kortikosteroid, atau obat imunosupresan. Istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat juga penting untuk mengurangi beban pada jantung dan paru-paru, membantu pemulihan pasien agar bisa beraktivitas seperti sedia kala.