Program penyisiran penderita batuk menahun dilakukan secara aktif oleh tim kesehatan STIKES Garut guna mendeteksi secara dini kasus penyakit TBC di wilayah desa terpencil. Banyak warga pedesaan yang menganggap sepele gejala batuk berdahak yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak kunjung sembuh meskipun telah minum obat biasa. Ketidakpahaman masyarakat akan bahaya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis sering kali menyebabkan keterlambatan penanganan medis serta mempercepat penularan ke anggota keluarga lainnya di rumah. Oleh karena itu, aksi ketuk pintu rumah warga dilakukan oleh para perawat untuk mengumpulkan sampel dahak guna diuji secara klinis di laboratorium.
Sesi identifikasi penderita batuk menahun ini melibatkan para kader kesehatan lokal yang telah dilatih secara khusus untuk mengenali tanda-tanda klinis penyakit paru menular tersebut. Selain gejala batuk berlanjut, warga yang mengalami penurunan berat badan drastis, berkeringat dingin pada malam hari tanpa sebab, dan demam meriang menjadi sasaran utama pemeriksaan. Petugas medis mengambil dahak warga menggunakan wadah steril khusus yang kemudian dibawa menuju laboratorium puskesmas untuk diuji menggunakan alat Tes Cepat Molekuler modern. Langkah proaktif ini terbukti sangat ampuh menemukan kasus TBC tersembunyi yang selama ini luput dari jangkauan penanganan fasilitas kesehatan resmi.
Penanganan warga penderita batuk menahun yang terkonfirmasi positif TBC langsung dilanjutkan dengan pemberian paket Obat Anti Tuberkulosis yang wajib diminum secara teratur selama enam bulan penuh. Petugas menunjuk salah satu anggota keluarga pasien untuk bertindak sebagai Pengawas Menelan Obat guna memastikan pasien tidak putus obat di tengah jalan yang berisiko kekebalan kuman. Penyuluhan mengenai pentingnya ventilasi udara rumah dan pencahayaan sinar matahari langsung ke dalam kamar pasien juga disampaikan secara mendalam kepada keluarga. Pasien diimbau untuk selalu menggunakan masker dan tidak membuang dahak secara sembarangan demi melindungi keselamatan kesehatan orang-orang terdekat di rumah.
Apresiasi tinggi datang dari para kepala desa atas keberanian dan ketelitian tim kesehatan dalam menyusuri pelosok kampung demi menyelamatkan warga dari bahaya TBC. Program ini berhasil menghilangkan stigma negatif dan rasa malu di tengah masyarakat terhadap penderita penyakit paru menular melalui edukasi ilmiah yang santun dan empati. Kerjasama yang erat antara perawat, kader, dan tokoh agama setempat membuat masyarakat tidak lagi takut untuk memeriksakan diri secara terbuka jika mengalami gejala batuk lama. Angka keberhasilan kesembuhan pasien TBC di wilayah pedesaan Garut meningkat secara pesat seiring dengan tertatanya sistem pendampingan pengobatan harian.
Melalui kegiatan pelacakan kasus secara masif dan pengobatan yang tuntas, target eliminasi penyakit TBC di daerah pedesaan dapat terwujud secara nyata dalam beberapa tahun ke depan. Kesehatan organ pernapasan masyarakat desa merupakan modal paling mendasar dalam menjaga produktivitas kerja di sektor pertanian dan perkebunan lokal. Institusi pendidikan keperawatan akan terus menerjunkan mahasiswanya untuk mengabdi dan mendampingi warga desa dalam mewujudkan lingkungan hidup yang bebas dari penyakit menular. Masyarakat pedesaan yang sehat dan terbebas dari TBC akan membawa kesejahteraan dan kemajuan yang nyata bagi seluruh wilayah Garut.