Edukasi, Kesehatan

Kemandirian dan mobilitas adalah kunci utama kualitas hidup di usia senja. Seiring penurunan keseimbangan dan kekuatan otot, Alat Bantu Jalan menjadi solusi esensial untuk menjaga lansia tetap aktif dan, yang terpenting, aman dari risiko jatuh. Pemilihan Alat Bantu Jalan yang tepat bukanlah sekadar memilih tongkat atau walker yang tersedia, melainkan proses yang harus disesuaikan dengan kebutuhan fisik spesifik, tingkat kelemahan, dan lingkungan harian lansia. Alat yang salah justru dapat meningkatkan risiko kecelakaan atau menyebabkan postur tubuh yang tidak sehat, sehingga panduan yang akurat sangat diperlukan.

Jenis-jenis Alat Bantu Jalan sangat beragam, dan pemilihan harus didasarkan pada tingkat dukungan yang dibutuhkan. Tongkat (cane) ideal untuk lansia yang hanya membutuhkan sedikit bantuan keseimbangan. Namun, jika lansia mengalami kelemahan signifikan pada kaki atau memiliki masalah keseimbangan yang parah, walker (alat bantu jalan beroda atau tanpa roda) lebih disarankan karena memberikan dukungan beban yang lebih besar. Bagi lansia yang sering bepergian atau masih aktif di luar rumah, rollator (walker dengan empat roda dan tempat duduk) dapat menjadi pilihan, memberikan kemudahan bergerak dan tempat istirahat instan.

Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah memilih Alat Bantu Jalan dengan tinggi yang tidak tepat. Jika terlalu pendek, dapat menyebabkan lansia membungkuk dan nyeri punggung; jika terlalu tinggi, bahu akan terangkat dan mengganggu postur. Fisioterapis merekomendasikan bahwa pegangan tongkat atau walker harus sejajar dengan pergelangan tangan (lipatan) lansia ketika ia berdiri tegak dan santai. Pusat Rehabilitasi Medik di RSUP setempat pada Maret 2025 meluncurkan layanan konsultasi gratis setiap hari Jumat, yang secara khusus mengajarkan keluarga cara mengukur dan mengatur ketinggian alat bantu yang benar.

Selain jenis dan ukuran, aspek keamanan tambahan juga wajib dipertimbangkan. Misalnya, pastikan ujung karet pada tongkat atau kaki walker selalu dalam kondisi baik dan tidak licin, terutama jika digunakan di lantai kamar mandi. Petugas Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di beberapa wilayah pedesaan juga turut memberikan sosialisasi kepada keluarga lansia tentang tips keamanan rumah, seperti menghindari penggunaan karpet yang mudah terlipat yang dapat menghambat penggunaan alat bantu jalan.

Memastikan lansia menggunakan Alat Bantu Jalan yang sesuai adalah tindakan pencegahan yang efektif. Dengan memilih alat yang tepat berdasarkan anjuran profesional dan memastikan penggunaannya benar, lansia dapat mengurangi rasa takut jatuh, meningkatkan kepercayaan diri, dan menjalani masa tua dengan mobilitas yang terjaga.

Berita

Memiliki Pencernaan Prima adalah lebih dari sekadar terhindar dari sakit perut. Sistem pencernaan yang sehat adalah fondasi utama yang mendukung setiap fungsi tubuh, mulai dari kekebalan hingga kesehatan mental. Proses ini memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk beroperasi secara optimal.


Proses pencernaan dimulai bahkan sebelum makanan masuk ke mulut. Dengan mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh, Anda meringankan beban kerja lambung dan usus. Pengunyahan yang baik adalah langkah awal esensial dalam mencapai Pencernaan Prima.


Usus, sering disebut sebagai “otak kedua,” menampung triliunan bakteri baik yang dikenal sebagai mikrobiota. Keseimbangan mikrobiota ini sangat penting. Bakteri baik membantu memecah makanan, memproduksi vitamin, dan melawan patogen berbahaya.


Untuk menjaga mikrobiota tetap seimbang, konsumsi makanan tinggi serat adalah wajib. Serat (prebiotik) berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik tersebut. Buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh harus menjadi menu harian Anda.


Selain prebiotik, asupan probiotik, yang ditemukan dalam yogurt atau makanan fermentasi, juga dapat mendukung Pencernaan Prima. Probiotik secara langsung menambah jumlah bakteri baik dalam usus, membantu menjaga keseimbangan ekosistem usus.


Hidrasi yang cukup tidak boleh diabaikan. Air sangat penting untuk membantu melunakkan tinja dan memindahkan makanan melalui saluran pencernaan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan sembelit, yang mengganggu kenyamanan dan proses pencernaan.


Hubungan antara usus dan otak adalah dua arah (gut-brain axis). Usus yang sehat dapat memproduksi neurotransmitter, termasuk serotonin. Oleh karena itu, menjaga Pencernaan Prima juga berkontribusi langsung pada suasana hati dan mengurangi tingkat stres.


Stres kronis dapat mengganggu motilitas usus dan mengubah komposisi mikrobiota. Mengelola stres melalui meditasi atau yoga adalah cara non-makanan yang penting untuk mendukung sistem pencernaan Anda dan mencegah masalah perut.


Gaya hidup yang aktif juga membantu. Aktivitas fisik secara teratur merangsang otot-otot usus, membantu makanan bergerak lebih lancar di sepanjang saluran pencernaan. Jangan biarkan gaya hidup sedentari menghambat fungsi usus Anda.


Dengan memprioritaskan makanan berserat, menjaga hidrasi, dan mengelola stres, Anda telah mengambil langkah proaktif. Memastikan Pencernaan Prima adalah langkah investasi terbaik untuk mewujudkan kesehatan dan vitalitas seutuhnya dalam jangka waktu panjang.

Edukasi, Kesehatan

Di kalangan wanita, sering kali muncul kekhawatiran yang tidak berdasar bahwa Latihan Kekuatan (atau angkat beban) akan membuat tubuh menjadi besar dan berotot seperti binaragawan profesional. Mitos ini telah menghalangi banyak wanita untuk menikmati manfaat luar biasa dari Latihan Kekuatan. Padahal, faktanya, karena perbedaan hormon, sangat sulit bagi wanita untuk mengembangkan massa otot ekstrem tanpa program diet dan suplemen yang sangat spesifik. Latihan Kekuatan adalah kunci untuk meningkatkan metabolisme, kesehatan tulang, dan membentuk tubuh yang ramping serta kuat. Mengintegrasikan Latihan Kekuatan ke dalam rutinitas kebugaran Anda adalah investasi paling efektif untuk kesehatan fisik dan mental jangka panjang.


Membongkar Mitos “Tubuh Kekar”

Ketakutan utama wanita terhadap angkat beban adalah menjadi terlalu maskulin. Namun, pertumbuhan otot yang signifikan dan besar (hypertrophy) sangat dipengaruhi oleh hormon testosteron. Wanita memiliki kadar testosteron yang jauh lebih rendah (sekitar 15 hingga 20 kali lebih sedikit) dibandingkan pria. Jumlah hormon ini tidak memadai untuk menghasilkan volume otot yang besar seperti pria.

Alih-alih menjadi besar, wanita yang rutin melakukan Latihan Kekuatan justru mendapatkan manfaat berikut:

  1. Meningkatkan Metabolisme: Jaringan otot lebih aktif secara metabolik daripada lemak. Semakin banyak massa otot yang Anda miliki, semakin banyak kalori yang dibakar tubuh Anda saat istirahat (resting metabolic rate). Ini berarti manajemen berat badan menjadi lebih mudah.
  2. Membentuk Tubuh Ramping: Angkat beban membantu menghilangkan lemak dan menggantinya dengan otot yang padat, menciptakan tampilan yang lebih kencang, ramping, dan berbentuk.

Peran Kunci dalam Kesehatan Jangka Panjang

Manfaat Latihan Kekuatan jauh melampaui aspek kosmetik. Ia adalah perisai pelindung terhadap masalah kesehatan yang menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia.

1. Kesehatan Tulang dan Osteoporosis

Wanita, terutama setelah menopause, memiliki risiko lebih tinggi terhadap Osteoporosis (tulang keropos). Latihan Kekuatan memberikan tekanan pada tulang, yang merangsang sel-sel tulang (osteoblas) untuk membangun kepadatan tulang baru. Ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah patah tulang di masa tua.

Dr. Susanti Dewi, Sp.OT (K), seorang spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, dalam sebuah seminar kesehatan pada Kamis, 25 Juli 2025, menekankan bahwa weight-bearing exercise (latihan beban) harus dimulai sejak usia 20-an untuk membangun “tabungan” kepadatan tulang maksimal. Beliau menyarankan squat, deadlift, dan overhead press dengan beban yang aman dan diawasi.

2. Kontrol Gula Darah

Otot adalah salah satu penyimpan glukosa terbesar dalam tubuh. Semakin banyak massa otot yang Anda miliki dari Latihan Kekuatan, semakin baik kemampuan tubuh Anda menggunakan glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin, yang merupakan kunci pencegahan dan manajemen Diabetes Tipe 2.

Cara Memulai Latihan Kekuatan yang Tepat

Bagi pemula, mulailah dengan beban ringan dan fokus pada teknik yang benar untuk mencegah cedera. Lakukan latihan beban total tubuh (full body workout) dua hingga tiga kali seminggu, diselingi hari istirahat atau latihan kardio.

  1. Pemanasan: Lakukan 5-10 menit kardio ringan dan peregangan dinamis.
  2. Latihan Inti: Fokus pada gerakan majemuk (compound movements) seperti squat, lunges, push-up (atau variasi mudahnya), dan row (tarikan).
  3. Pendinginan: Lakukan peregangan statis.

Penting untuk mencari bimbingan awal dari pelatih bersertifikat. Instansi pemerintah seperti Pusat Kebugaran Jasmani dan Rekreasi (PKJR) di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga telah meluncurkan modul pelatihan strength training dasar gratis secara daring sejak Februari 2026, ditujukan khusus untuk meningkatkan partisipasi wanita muda dalam olahraga ketahanan. Jangan takut pada beban; kekuatan fisik yang Anda bangun akan memberi Anda kepercayaan diri dan kesehatan seumur hidup.

Berita

Memilih sekolah ilmu kesehatan adalah keputusan investasi terbaik untuk masa depan karir yang cemerlang dan bermakna. Bidang ini menawarkan stabilitas pekerjaan yang tinggi, pengakuan profesional, dan gaji yang kompetitif. Bekerja di sektor medis memberikan kepuasan unik karena setiap hari Anda berkontribusi langsung pada kesejahteraan dan pemulihan nyawa manusia.

Sektor medis dikenal sebagai salah satu industri yang paling tahan terhadap resesi ekonomi. Permintaan akan tenaga kesehatan profesional, mulai dari perawat hingga ahli gizi, terus meningkat seiring bertambahnya populasi dan kesadaran akan kesehatan. Memilih sekolah ilmu kesehatan menjamin prospek kerja yang cerah pasca kelulusan.

Kurikulum di sekolah ilmu kesehatan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik klinis yang intensif. Mahasiswa dibekali keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di lapangan. Lulusan dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan yang kompeten dan siap kerja, mampu beradaptasi cepat dengan lingkungan sehat profesional di rumah sakit atau klinik.

Karir di sektor medis menawarkan jalur spesialisasi yang beragam dan menarik. Setelah lulus, Anda dapat memilih untuk fokus pada bidang tertentu seperti perawatan kritis, kebidanan, terapi fisik, atau informatika kesehatan. Sekolah kesehatan membuka pintu menuju pengembangan karir berkelanjutan dan menjadi spesialis yang sangat dibutuhkan.

Salah satu alasan kuat memilih sekolah ilmu kesehatan adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi. Isu kesehatan global seperti pandemi atau penyakit kronis memerlukan tenaga kesehatan yang kompeten. Anda akan memegang peran vital dalam pencegahan, penanganan, dan edukasi kesehatan masyarakat, memberikan dampak yang nyata.

Sektor medis menawarkan lingkungan kerja yang dinamis dan kolaboratif. Anda akan bekerja bersama dokter, ahli farmasi, dan profesional lain dalam tim multidisiplin. Keterampilan komunikasi dan kerja sama tim yang diasah di sekolah ilmu kesehatan sangat penting untuk memastikan mutu layanan terbaik bagi setiap pasien.

Profesi di sektor medis sangat dihormati oleh masyarakat. Status sosial yang tinggi ini berasal dari dedikasi dan tanggung jawab yang diemban oleh tenaga kesehatan. Pengakuan ini menjadi motivasi tambahan bagi banyak orang untuk memilih sekolah ilmu kesehatan dan mendedikasikan hidup mereka untuk kemanusiaan.

Selain pekerjaan klinis, lulusan sekolah kesehatan memiliki peluang di bidang akademik atau penelitian. Anda bisa menjadi dosen, peneliti, atau konsultan kesehatan. Sektor medis menawarkan karir yang fleksibel, memungkinkan Anda untuk terus berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan kesehatan dan edukasi.

Kepuasan emosional yang diperoleh dari membantu orang lain sembuh adalah imbalan yang tak ternilai. Memilih sekolah ilmu berarti memilih karir di mana kebaikan hati Anda dapat menghasilkan perbedaan besar. Ini adalah alasan kuat yang mendasari profesi perawat mulia dan sejenisnya di sektor medis.

Secara ringkas, investasi pada sekolah ilmu adalah pilihan karir cemerlang. Sektor medis menjanjikan stabilitas, pertumbuhan, dan dampak sosial yang mendalam. Ini adalah alasan kuat untuk bergabung dengan barisan tenaga kesehatan profesional yang berdedikasi tinggi dan bermartabat di Indonesia.

Edukasi, Kesehatan

Debat mengenai strategi diet terbaik untuk kesehatan seringkali mengerucut pada pertanyaan: haruskah kita fokus membatasi karbohidrat total, atau hanya gula? Bagi individu yang ingin menjaga kesehatan metabolik dan mencegah diabetes, memahami perbedaan fundamental antara karbohidrat kompleks dan gula sederhana adalah kunci untuk Mengontrol Gula Darah. Bukan hanya sekadar mengurangi makanan manis, pendekatan yang tepat untuk Mengontrol Gula Darah melibatkan pemilihan sumber karbohidrat yang cerdas, yang secara langsung memengaruhi respons insulin tubuh dan stabilitas energi sepanjang hari. Menerapkan strategi yang tepat dapat menghasilkan perbedaan besar dalam mencegah lonjakan gula darah yang berbahaya.

Perlu ditekankan bahwa semua karbohidrat, baik dari nasi, roti, buah, maupun gula murni, pada akhirnya akan diubah menjadi glukosa (gula) dalam aliran darah. Namun, perbedaannya terletak pada kecepatan proses konversi tersebut. Gula sederhana (simple carbohydrates) dan karbohidrat olahan (seperti roti putih atau minuman manis) memiliki Indeks Glikemik (IG) yang tinggi, yang berarti mereka dicerna dengan cepat dan menyebabkan lonjakan gula darah yang instan dan signifikan. Sebaliknya, karbohidrat kompleks yang kaya serat (seperti biji-bijian utuh, sayuran, dan kacang-kacangan) dicerna lebih lambat, yang membantu Mengontrol Gula Darah agar tetap stabil.

Oleh karena itu, strategi terbaik bukanlah menghilangkan karbohidrat sama sekali (kecuali di bawah pengawasan medis), melainkan memilih karbohidrat dengan IG rendah dan tinggi serat. Serat larut, khususnya, membentuk gel di usus yang memperlambat penyerapan glukosa. Ahli Gizi Klinis Dr. Hadi Susanto, dalam sesi konsultasi kesehatan pada hari Kamis, 19 Desember 2024, secara konsisten merekomendasikan kliennya untuk mengganti nasi putih dengan nasi merah atau quinoa, yang dapat mengurangi lonjakan gula darah pasca-makan hingga 25% dibandingkan karbohidrat olahan.

Selain pemilihan jenis karbohidrat, waktu dan kombinasi makanan juga penting. Mengonsumsi karbohidrat bersamaan dengan protein dan lemak sehat dapat membantu memperlambat laju pencernaan glukosa. Badan Pengawas Kesehatan dan Gizi pada 1 Maret 2025 mengeluarkan panduan yang menyarankan bahwa saat mengonsumsi karbohidrat, pastikan piring Anda juga mengandung sumber protein (misalnya, ayam atau ikan) dan lemak sehat (seperti alpukat atau kacang-kacangan) untuk menstabilkan respons glikemik. Pendekatan terpadu ini, yang menggabungkan pemilihan makanan cerdas dan penyeimbangan nutrisi, adalah cara paling efektif untuk Mengontrol Gula Darah dan mencapai kesejahteraan metabolik jangka panjang.

Berita

Institusi pendidikan seperti STIKES memiliki peran sentral dalam membentuk masa depan kesehatan Indonesia. Melalui fokus yang kuat pada riset dan pengembangan teknologi, Kontribusi STIKES menjadi sangat signifikan. Perguruan tinggi kesehatan ini tidak hanya mencetak tenaga medis, tetapi juga berupaya menciptakan solusi cerdas untuk tantangan kesehatan yang kompleks.


Transformasi Riset Kesehatan Lokal

STIKES kini aktif mengarahkan penelitian mahasiswa dan dosen pada isu-isu kesehatan lokal. Mereka memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia untuk menemukan bahan obat baru atau metode pengobatan tradisional. Inisiatif ini penting untuk mendukung kemandirian farmasi nasional dan menghasilkan riset kesehatan yang berdampak langsung pada masyarakat.


Era Baru Farmasi Cerdas Berbasis Digital

Pengembangan Farmasi Cerdas adalah fokus utama lainnya. Ini mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan dan teknologi digital dalam pengelolaan obat, mulai dari diagnosa, peresepan, hingga pemantauan kepatuhan pasien. STIKES mempersiapkan lulusannya untuk menguasai teknologi ini, menjadikan pelayanan kefarmasian lebih efisien dan akurat.


Kolaborasi Akademik dengan Industri

Untuk memastikan hasil riset dapat diterapkan, STIKES menjalin kolaborasi erat dengan industri farmasi dan rumah sakit. Kemitraan ini memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini mengubah temuan akademis menjadi produk dan layanan nyata, memperkuat Kontribusi STIKES pada sistem kesehatan nasional.


Mencetak Tenaga Kesehatan Adaptif

Kurikulum STIKES dirancang untuk mencetak tenaga kesehatan yang adaptif, siap menghadapi disrupsi teknologi di sektor medis. Lulusan tidak hanya menguasai ilmu dasar, tetapi juga keterampilan analitis dan inovatif. Mereka adalah agen perubahan yang akan membawa masa depan kesehatan Indonesia ke tingkat yang lebih baik.


Peran Penting dalam Pengendalian Penyakit

Riset yang dilakukan oleh STIKES seringkali berfokus pada pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Ini termasuk pengembangan sistem pencegahan, deteksi cepat, dan manajemen pasien yang lebih efektif. Hasil riset tersebut sangat penting sebagai masukan bagi kebijakan pemerintah di bidang kesehatan publik.


Mengatasi Kesenjangan Akses Informasi

Farmasi Cerdas juga berperan dalam mengatasi kesenjangan akses informasi kesehatan. STIKES mengembangkan aplikasi dan platform edukasi yang mudah diakses oleh masyarakat, terutama di daerah terpencil. Ini memberdayakan warga untuk mengambil keputusan yang lebih baik mengenai kesehatan mereka sendiri.


Visi STIKES untuk Indonesia Sehat

Pada akhirnya, Kontribusi STIKES melalui inovasi riset dan implementasi Farmasi Cerdas adalah langkah nyata menuju Indonesia Sehat 2045. Dengan terus mendorong riset aplikatif dan integrasi teknologi, STIKES bertekad menjadi pilar utama dalam peningkatan kualitas layanan dan derajat kesehatan seluruh rakyat Indonesia.

Edukasi, Kesehatan

Sering merasa bahwa kesuksesan yang Anda raih hanyalah kebetulan belaka? Merasa tidak layak atas pujian atau pencapaian? Jika demikian, mungkin Anda mengalami sindrom impostor. Sindrom impostor adalah pola psikologis di mana seseorang merasa ragu akan kemampuannya dan merasa takut ketahuan sebagai “penipu” meskipun memiliki bukti yang jelas tentang kompetensinya. Fenomena ini sangat umum, terutama di kalangan profesional berprestasi tinggi. Mereka terus merasa tidak cukup baik, bahkan setelah mencapai banyak hal. Menurut data dari sebuah survei psikologi online per 22 September 2025, sebanyak 70% dari responden profesional mengaku pernah mengalami sindrom impostor setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Salah satu cara untuk mengatasi sindrom impostor adalah dengan menyadari dan menerima perasaan tersebut. Alih-alih melawannya, cobalah untuk memahami dari mana rasa tidak layak itu berasal. Mengakui pencapaian diri sendiri, sekecil apa pun, adalah langkah penting selanjutnya. Buatlah daftar pencapaian, mulai dari menyelesaikan proyek sulit, mendapatkan promosi, hingga hal-hal sederhana seperti membantu rekan kerja. Ketika perasaan ragu muncul, lihat kembali daftar tersebut sebagai pengingat akan kemampuan Anda. Seorang psikolog klinis, Ibu dr. Aisyah Putri, M.Psi., dalam seminar daring pada hari Rabu, 24 September, menyatakan, “Sangat penting untuk memvalidasi diri sendiri. Jangan biarkan pikiran negatif merampas kebahagiaan Anda atas sebuah pencapaian.”

Berbagi perasaan dengan orang lain juga dapat membantu. Bicarakan kekhawatiran Anda dengan teman, mentor, atau bahkan terapis. Anda akan terkejut mengetahui bahwa banyak orang di sekitar Anda juga pernah merasakan hal yang sama. Hal ini akan mengurangi beban yang Anda pikul sendiri. Selain itu, penting untuk membedakan antara kritik yang membangun dan keraguan diri yang tidak berdasar. Tuliskan umpan balik yang Anda terima, baik itu positif maupun negatif, dan analisis secara objektif.

Pihak kepolisian juga menyadari dampak sindrom ini pada kesehatan mental. Kepala Biro Psikologi SSDM Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono, menyatakan bahwa pihaknya memberikan sesi konseling rutin untuk para personel, terutama yang baru menjabat di posisi strategis. “Kami ingin memastikan mereka tidak terbebani oleh rasa tidak layak, karena hal itu dapat memengaruhi kinerja dan pengambilan keputusan di lapangan,” ujarnya. Dengan demikian, mengatasi sindrom impostor adalah proses yang membutuhkan kesadaran, dukungan, dan komitmen untuk mengakui bahwa Anda layak atas setiap kesuksesan yang telah diraih.

Berita

Anak usia dini adalah kelompok yang rentan terhadap kecelakaan ringan. Guru di sekolah seringkali menjadi orang pertama yang merespons. Oleh karena itu, kemampuan pertolongan pertama sangat krusial. Mahasiswa STIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) mengambil peran penting dengan menyelenggarakan pelatihan praktis khusus untuk para guru.

Tujuan utama pelatihan praktis ini adalah membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dasar. Mereka diajarkan cara mengatasi luka kecil, memar, atau hidung berdarah. Pengetahuan ini sangat bermanfaat, mengurangi kepanikan dan memberikan penanganan awal yang tepat sebelum bantuan medis datang.

Sesi pelatihan praktis ini tidak hanya berisi teori. Mahasiswa STIKES menggunakan boneka peraga dan skenario simulasi. Para guru diajak langsung mempraktikkan cara membersihkan luka, memasang perban, dan tindakan CPR pada anak. Pembelajaran langsung ini membuat mereka lebih percaya diri.

Para guru sangat antusias mengikuti pelatihan praktis ini. Mereka menyadari pentingnya memiliki kemampuan ini. Banyak yang berbagi pengalaman saat menghadapi situasi darurat di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelatihan semacam ini sangat tinggi dan relevan.

Selain penanganan fisik, pelatihan ini juga menyentuh aspek psikologis. Guru diajarkan cara menenangkan anak yang cedera. Pendekatan yang tenang dan penuh empati membantu mengurangi trauma pada anak dan membuat proses pertolongan pertama berjalan lebih lancar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) STIKES. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga langsung berkontribusi pada komunitas. Mereka menjadi agen perubahan, menyebarkan ilmu yang bermanfaat untuk kesejahteraan bersama.

Kerja sama antara STIKES dan sekolah ini menunjukkan sinergi positif antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat. Dengan adanya pelatihan ini, lingkungan sekolah menjadi lebih aman. Hal ini memberikan rasa tenang bagi orang tua yang menitipkan anak-anaknya.

Secara keseluruhan, pelatihan yang diberikan oleh mahasiswa STIKES adalah investasi berharga. Ini bukan hanya tentang pertolongan pertama, melainkan tentang membangun fondasi keamanan yang lebih kuat bagi anak-anak. Kontribusi ini sangat esensial dan berdampak nyata bagi banyak pihak.

Berita

Apakah Anda sering merasa lapar tak lama setelah makan? Gula darah Anda mungkin menjadi penyebabnya. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan, melonjak. Lonjakan ini memicu pelepasan insulin berlebih, yang dengan cepat membersihkan glukosa dari darah, menyebabkan penurunan drastis.

Penurunan gula yang tajam inilah yang membuat Anda merasa lapar lagi, bahkan ketika tubuh Anda belum membutuhkan nutrisi. Ini menciptakan siklus tak berujung: makan, gula darah naik, gula darah turun drastis, lalu lapar lagi. Siklus ini secara langsung berkontribusi pada penambahan berat badan dan obesitas.

yang tidak stabil juga memengaruhi hormon rasa lapar dan kenyang, yaitu ghrelin dan leptin. Hormon ini mengatur sinyal lapar dan kepuasan di otak. Ketika berfluktuasi, sinyal-sinyal ini menjadi kacau. Akibatnya, Anda tidak merasa puas meskipun sudah makan.

yang tidak seimbang juga dapat memicu keinginan kuat untuk makan makanan manis atau berlemak. Ini adalah cara tubuh mencari “solusi” cepat untuk mengisi ulang glukosa yang turun. Sayangnya, pilihan ini hanya memperburuk siklus dan membuat Anda semakin sulit keluar dari jeratnya.

Untuk memutus siklus ini, kunci utamanya adalah memilih makanan yang menjaga tetap stabil. Prioritaskan makanan yang kaya serat, protein, dan lemak sehat. Makanan-makanan ini dicerna lebih lambat, melepaskan energi secara bertahap, dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Contohnya, ganti sarapan sereal manis dengan oatmeal yang dicampur dengan buah dan kacang-kacangan. Ganti camilan biskuit dengan yogurt Yunani dan buah beri. Pilihan ini akan membantu Anda mengontrol dengan lebih baik.

Pada akhirnya, memahami mengapa Anda selalu merasa lapar bukanlah tentang kekurangan kemauan. Ini tentang memahami biologi tubuh. yang stabil adalah fondasi untuk mengendalikan nafsu makan dan menjaga berat badan yang sehat.

Jadi, jika Anda ingin mengatasi rasa lapar yang tak terkendali, mulailah dengan memperhatikan kadar Anda. Pilihan makanan yang tepat akan menjadi kunci untuk mengendalikan nafsu makan dan merasa berenergi sepanjang hari.

Berita

Kerang Hijau dan kerang darah seringkali menjadi pilihan populer di menu hidangan laut. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih berpotensi membawa bakteri berbahaya? Meskipun keduanya memiliki risiko, beberapa penelitian menunjukkan kerang darah memiliki risiko yang lebih tinggi karena habitat dan cara pengolahannya.

Kerang darah hidup dengan cara membenamkan diri di lumpur, membuatnya lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri dari dasar perairan. Habitat ini membuatnya lebih mudah menyerap bakteri dan virus dari sedimen yang tercemar. Hal ini berbeda dengan yang sering menempel pada struktur padat seperti tiang atau batu.

Isu sanitasi juga menjadi faktor penting. Penjualan kerang darah seringkali tidak diawasi ketat, dan sering dikonsumsi mentah atau setengah matang. Tanpa proses pemanasan yang memadai, bakteri seperti Vibrio dan E. coli dapat bertahan hidup. Sebaliknya, lebih sering dimasak matang.

Pada beberapa kasus, kerang darah terbukti menjadi pembawa virus Hepatitis A dan Hepatitis E. Infeksi virus ini dapat menyebabkan penyakit serius yang mempengaruhi hati. Ini membuat kerang darah dianggap lebih berisiko dibandingkan, yang jarang dilaporkan sebagai pembawa virus-virus tersebut.

Namun, tidak berarti Kerang Hijau sepenuhnya bebas risiko. Jika hidup di perairan yang tercemar atau tidak ditangani dengan baik setelah panen, Kerang Hijau juga bisa membawa bakteri berbahaya. Kualitas kerang sangat bergantung pada kebersihan perairan dan proses rantai pasok.

Satu hal yang pasti, cara pengolahan adalah kunci. Baik Kerang Hijau maupun kerang darah harus dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh patogen. Merebus, mengukus, atau membakar kerang hingga cangkangnya terbuka adalah cara efektif untuk mengurangi risiko infeksi.

Meskipun kerang darah memiliki potensi risiko yang lebih tinggi, baik Kerang Hijau maupun kerang darah dapat menjadi hidangan yang aman jika sumbernya terpercaya dan diolah dengan benar. Selalu utamakan kebersihan dan perhatikan kondisi kerang sebelum mengonsumsinya.

Pada akhirnya, risiko kesehatan dari kerang lebih tergantung pada sumbernya dan cara pengolahannya, bukan hanya pada jenisnya. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda bisa menikmati hidangan laut favorit Anda dengan lebih aman.