Edukasi, Kesehatan

Meskipun dikenal sebagai sumber protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung, konsumsi beberapa jenis seafood laut perlu diwaspadai karena berpotensi menjadi kolestrol naik. Beberapa jenis seafood, terutama udang dan kerang, memiliki kandungan kolestrol yang cukup tinggi. Bagi individu yang memiliki kadar kolestrol tinggi atau riwayat penyakit jantung, penting untuk memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi seafood jenis ini agar tidak memicu kolestrol naik secara signifikan.

Kandungan kolestrol dalam seafood memang bervariasi. Ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, umumnya memiliki kandungan kolestrol yang lebih rendah dan justru kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Namun, udang dan kerang mengandung kadar kolestrol yang lebih tinggi dibandingkan jenis seafood lainnya. Dalam 100 gram udang, misalnya, terkandung sekitar 200 mg kolestrol, sedangkan dalam jumlah yang sama pada kerang terkandung sekitar 100-150 mg kolestrol. Konsumsi berlebihan seafood dengan kandungan kolestrol tinggi ini dapat menjadi faktor kolestrol naik dalam darah.

Bagi individu yang perlu memantau kadar kolestrol, bukan berarti seafood harus dihindari sepenuhnya. Manfaat asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan tetap sangat baik untuk kesehatan jantung. Kuncinya adalah memilih jenis seafood yang tepat dan mengontrol porsinya. Ikan dapat dikonsumsi lebih sering dibandingkan udang dan kerang. Metode memasak juga perlu diperhatikan. Mengukus, merebus, atau memanggang seafood lebih disarankan daripada menggoreng yang dapat menambah kandungan lemak jenuh dan trans.

Menurut data dari sebuah seminar kesehatan jantung yang diadakan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 2025, para ahli kardiologi menekankan pentingnya keseimbangan dalam mengonsumsi seafood. Mereka menyarankan bagi individu dengan riwayat kolestrol tinggi untuk membatasi konsumsi udang dan kerang tidak lebih dari dua kali seminggu dengan porsi yang sedang. Sementara itu, konsumsi ikan berlemak tetap dianjurkan karena manfaat omega-3-nya. Dengan memahami jenis seafood dan mengontrol porsinya, individu dapat tetap menikmati manfaat nutrisi dari seafood tanpa khawatir kolestrol naik secara berlebihan.

Berita

Selama ini, fokus utama dalam perawatan penyakit fisik seringkali tertuju pada penyembuhan tubuh. Namun, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kesehatan mental memainkan peran yang sama penting, bahkan saling memengaruhi proses pemulihan. Mengabaikan aspek psikologis dalam perawatan penyakit fisik dapat menghambat kemajuan, memperburuk gejala, dan menurunkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Artikel ini akan mengulas pentingnya dukungan kesehatan mental sebagai bagian integral dari perawatan penyakit fisik.

Ketika seseorang didiagnosis dengan penyakit fisik, respons emosional yang muncul bisa beragam, mulai dari kecemasan, ketakutan, depresi, hingga frustrasi. Stres akibat penyakit dan proses pengobatannya dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, memperlambat penyembuhan, dan bahkan meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, dukungan kesehatan mental yang tepat dapat membantu pasien mengatasi tekanan psikologis ini dan meningkatkan ketahanan mereka dalam menghadapi penyakit.

Dukungan kesehatan mental dalam konteks perawatan penyakit fisik mencakup berbagai aspek. Ini termasuk menyediakan akses ke layanan konseling dan terapi psikologis, di mana pasien dapat mengeksplorasi dan mengatasi emosi negatif mereka. Terapi seperti Terapi Kognitif Perilaku (CBT) dapat membantu pasien mengubah pola pikir maladaptif dan mengembangkan strategi koping yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan penyakit.

Selain itu, dukungan kesehatan mental juga melibatkan menciptakan lingkungan perawatan yang suportif dan empatik. Komunikasi yang baik antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan. Pasien yang merasa didengar dan dipahami cenderung lebih kooperatif dalam menjalani pengobatan dan memiliki pandangan yang lebih positif terhadap proses pemulihan.

Kelompok dukungan, baik online maupun offline, juga memainkan peran penting dalam memberikan dukungan kesehatan mental bagi penderita penyakit fisik. Berinteraksi dengan orang lain yang memiliki pengalaman serupa dapat mengurangi perasaan isolasi, memberikan rasa kebersamaan, dan menawarkan tips serta strategi praktis dalam menghadapi penyakit sehari-hari.

Mengintegrasikan dukungan kesehatan mental dalam perawatan penyakit fisik juga dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Pasien yang merasa didukung secara emosional cenderung lebih termotivasi untuk mengikuti anjuran dokter, minum obat secara teratur, dan menjalani gaya hidup sehat yang direkomendasikan.

Edukasi

Kurap, atau tinea corporis, adalah infeksi jamur kulit yang sangat menular dan dapat menyerang siapa saja. Mengenali gejalanya sejak dini, mengambil langkah pencegahan yang tepat, dan mengobatinya dengan benar adalah kunci untuk menghentikan penyebarannya dan memulihkan kesehatan kulit Anda.

Mengenali kurap biasanya cukup mudah. Gejala khasnya adalah munculnya ruam berbentuk cincin atau lingkaran dengan tepi yang lebih merah dan meninggi, sementara bagian tengahnya mungkin terlihat lebih bersih atau bersisik. Ruam ini seringkali terasa gatal dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti lengan, kaki, badan, atau wajah. Penting untuk tidak menggaruk area yang terinfeksi karena dapat memperparah peradangan dan menyebarkan jamur ke area kulit lain atau ke orang lain.

Menghindari kurap memerlukan perhatian khusus pada kebersihan diri dan lingkungan. Jamur penyebab kurap dapat bertahan hidup di permukaan benda mati untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, hindari berbagi handuk, pakaian, sisir, atau peralatan pribadi lainnya. Selalu keringkan tubuh secara menyeluruh setelah mandi atau berolahraga, terutama di area lipatan kulit. Jika Anda berolahraga di tempat umum, selalu gunakan alas kaki dan segera mandi setelahnya. Jaga kebersihan hewan peliharaan Anda, karena mereka juga bisa membawa jamur kurap.

Langkah penting selanjutnya adalah mengobati kurap dengan benar. Untuk kasus kurap yang ringan, obat antijamur topikal (krim atau salep) yang dijual bebas biasanya efektif. Cari produk yang mengandung bahan aktif seperti miconazole, clotrimazole, atau terbinafine. Oleskan krim secara tipis dan merata pada area yang terinfeksi dan sedikit di sekitarnya, sesuai petunjuk pada kemasan. Pengobatan harus dilanjutkan selama beberapa minggu, bahkan setelah ruam terlihat hilang, untuk memastikan jamur benar-benar terbasmi dan mencegah kekambuhan.

Jika kurap meluas, tidak membaik dengan obat topikal, atau menyerang kulit kepala (tinea capitis), segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur oral yang lebih kuat untuk mengatasi infeksi dari dalam. Penting untuk mengikuti dosis dan durasi pengobatan yang dianjurkan dokter.

Dengan mengenali gejala kurap, menerapkan langkah pencegahan yang tepat, dan mengobatinya secara konsisten, Anda dapat mengatasi infeksi jamur ini dan mencegahnya menyebar ke orang lain.